Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2023

Seolah “Mental” itu Tabu: “Do Not Ignore, Mental Health Matters”

  source image: Indonesiana.id Sudah saatnya kata “mental” tidak menjadi hal yang mengerikan. Sudah saatnya tidak tabu untuk kita   membicarakannya. World Mental Health yang selama ini kita peringati, tentu bukan hanya sekedar peringatan tanpa arti. Peringatan tersebut, sejatinya membawa sebuah pesan kepada kita untuk menyadari   betapa pentingnya kesehatan mental. Apalagi pada zaman sekarang ini, dimana kita semua agaknya punya “kegilaannya” sendiri-sendiri. Seperti halnya setiap orang pernah jatuh sakit (pada tubuhnya), pernah demam, flu, bahkan penyakit yang berat seperti typhus, DBD, cacar, dan berbagai penyakut tubuh lainnya. Kita semua pun mungkin juga pernah atau bahkan sedang mengalami masalah pada otak kita. Maksudnya, pada pikiran (mental) kita. Namun, sialnya, masalah pada pikiran (mental), seringkali mendapati respon yang kurang bagus untuk dibicarakan. Jangankan untuk dibicarakan, diakui saja enggan. Mereka yang bicara mengenai kesehatan mentalnya, mengak...

Fitnah di Zaman ini Bernama Hoaks

  source image: kementrian komunikasi dan informatika “Al- Fitnatu Asyaddu Minal Qatla”  (Fitnah lebih kejam dari pada pembunuhan) Semua orang tahu bahwa fitnah merupakan kejahatan terbesar di muka bumi ini. Bahkan, pembunuhan yang sudah jelas terasa kejamnya pun, masih kalah rating jika kita melihat konteks dalam hadits tersebut. Dewasa ini, dengan melejitnya teknologi dan informasi yang semakin berkembang, fitnah dilabeli dengan istilah baru oleh suatu kelompok masyarakat dengan istilah hoaks. Sehingga kini semua masyarakat pun bergeser untuk lebih memilih kata “hoaks” dalam menyebut kata fitnah. Dalam  KBBI  (2016), Hoaks diartikan sebagai berita bohong, tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya (dusta). Sementara itu, Fitnah memiliki definisi sebagai perkataan bohong atau tanpa berdasarkan kebenaran yang disebarkan dengan maksud menjelekkan orang. Jadi jelas ya, keduanya punya makna yang sama. Seorang pakar informasi bernama Mastel melakukan rise...

Kenapa Perempuan Korban Kekerasan Seksual Selalu Disalahkan?

  source image: mubaadalah.id Kenapa perempuan korban kekerasan seksual selalu disalahkan? Hal ini jamak sekali terjadi di pelbagai kasus kekerasan seksual. Bahkan oleh penagak hukum sekalipun.  Perempuan merupakan makhluk yang dianggap sangat lemah, mengingat dari watak mereka yang mudah disinggung, diancam, disakiti, dan sebagainya. Mereka terus menerus menjadi sasaran empuk terhadap tindak kejahatan yang dilakukan oleh berbagai oknum. Meraka kerap menjadi korban pelecehan seksual. Pelecehan seksual termasuk ke dalam tindak kekerasan seksual. Seringkali yang menjadi korban kekerasan ini adalah perempuan. Hal ini tentu menjadi perhatian khusus, melihat perempuan juga merupakan manusia yang memiliki hak-hak yang sama dengan kaum laki-laki. Perilaku-perilaku kasar yang menimpa tentu akan sangat mengganggu jiwa mereka. Begitu pula dengan tindak kekerasan seksual. Kita melupakan suatu hal bahwa kekerasan seksual bukanlah hanya kekerasan yang berbentuk fisik. Tapi ...

Memahami Pluralisme Melalui Film My Name Is Khan

  source image: mubaadalah.id Serial Bollywood tentu bukan lagi tontonan yang asing bagi masyarakat Indonesia. Dari yang lawas, sampai yang terbaru sepertinya India tidak habis-habisnya menghadirkan film yang menarik, karena ciri khasnya yang tidak hanya menghibur, tapi juga sarat akan makna. Cerita dan kisah yang dibangun dalam film, seringkali merupakan hal-hal yang dekat dengan kita, sehingga tak jarang setelah menontonnya, kita menjadi tergugah dan terinspirasi. Salah satunya adalah film lawas yang berjudul  My Name is Khan . Film My Name is Khan ini tayang perdana pada tahun 2010 dan mendapatkan respon yang sangat ramai dari masyarakat internasional, termasuk Indonesia. Masyarakat kemudian menjadi heboh lantaran film ini yang berani mengangkat isu rasis di Amerika. Film ini pun menjadi istimewa lantaran diputar di tengah kondisi umat Islam yang  struggling  dengan kompleksitasnya. Saya berkali-kali dan akan selalu menyukai dialog Rizwan khan yang m...

Jawaban Shalat Istikharah, Apakah Sudah Pasti Petunjuk?

    source image: mubaadalah.id Ada berbagai macam opsi dalam kehidupan, yang membuat manusia tidak pernah luput dalam pengambilan keputusan dengan jalan mencari jawaban  shalat istikharah  dan harus membuat pilihan untuk segala urusannya. Mau itu perihal bisnis, pendidikan, jodoh, bahkan hal-hal kecil sekalipun, manusia seringkali menghadapi pilihan-pilihan yang sulit. Sehingga kerap ada sebagian orang yang memohon jawaban shalat istikharah di sepertiga malam. Tak jarang hal tersebut menjadi persoalan yang cukup memberatkan. Tapi ya mau bagaimana lagi, karena pilihan harus tetap dibuat. Oleh karena itu, ketika ingin mengambil keputusan, kita akan meminta petunjuk untuk membuat pilihan tersebut, yaitu dengan melakukan shalat istikharah. Harapannya, segala pilihan itu kemudian akan menunjukkan mana pilihan yang benar dan tepat bagi hidup kita. Tak sedikit orang-orang yang menganggap bahwa jawaban shalat istikharah adalah jawaban yang pasti benar dan tid...

Peran Pejuang Perempuan Bagi Kesejahteraan Kaum Hawa di Masa Kini

source image: bincangmuslimah.com Kadang saya berfikir, kalau tidak ada mereka yang memperjuangkan hak-hak kaum hawa pada masa itu, akan berada dimanakah saya sekarang?  Sejak awal abad ke-19, beberapa wanita Indonesia telah muncul dan hadir sebagai sejarah dalam membela tanah air dan bangsanya.  Perjuangan yang mereka lakukan juga didasarkan oleh ketidakadilan pada perempuan pada masa itu. Mulai dari persamaan hak, pendidikan, kesehatan, dan berbagai sektor lain yang mendiskriminasi perempuan. Beberapa di antara mereka yaitu Nyi Ageng Serang, Christina Martha (1817-1819), Cut Nyak Dien (1873-1904), R.A Kartini (1879-1904), Dewi Sartika (1884-1947), Maria Walanda Maramis (1872-1924), dan Nyai Ahmad Dahlan (1872-1936). Perjuangan itu pun akhirnya terus dilanjutkan oleh para pejuang perempuan lainnya, dari masa ke masa, hinga saat ini. Memilih kata “sejahtera” untuk menggambarkan kondisi perempuan saat ini mungkin bisa dibilang masih terlalu dini. Tapi begini, saya hanya ingin m...

Permasalahan Islamophobia

source image: bincangmuslimah.com Ingatkah kita dengan peristiwa dimana seorang guru di Prancis yang menunjukkan karikatur Nabi Muhammad dipenggal? Pelakunya diduga adalah seorang anak berusia 18 tahun, dan, ia adalah seorang Muslim. Berdasarkan berita yang beredar, sang pelaku melantunkan kalimat “Allahu Akbar” saat sedang menjalankan aksinya itu. Media massa sentak dihebohkan dengan berita tersebut. Pasalnya, negara itu memang sedang menjadi topik pembicaraan masyarakat saat ini, lantaran kasus mengenai pembuatan karikatur Nabi Muhammad oleh Charlie Hebdo, surat kabar mingguan buatan orang-orang Prancis yang terkenal juga sebagai majalah yang sering menampilkan kartun dan lelucon. Majalah ini juga dikatakan kerap kali membuat cerita lelucon yang berbau rasis. Sudah ramai dengan berita ini, tak lama kemudian, muncul lagi berita menghebohkan lainnya mengenai pemenggalan seorang guru yang menampilkan karikatur Nabi Muhammad tersebut. Hmm ya ya yaa.. Melihat itu, saya jadi tahu bahwa...