Ada berbagai macam opsi dalam kehidupan, yang membuat manusia tidak
pernah luput dalam pengambilan keputusan dengan jalan mencari jawaban shalat
istikharah dan harus membuat pilihan untuk segala urusannya. Mau itu perihal
bisnis, pendidikan, jodoh, bahkan hal-hal kecil sekalipun, manusia seringkali
menghadapi pilihan-pilihan yang sulit.
Sehingga
kerap ada sebagian orang yang memohon jawaban shalat istikharah di sepertiga
malam. Tak jarang hal tersebut menjadi persoalan yang cukup memberatkan. Tapi
ya mau bagaimana lagi, karena pilihan harus tetap dibuat.
Oleh karena
itu, ketika ingin mengambil keputusan, kita akan meminta petunjuk untuk membuat
pilihan tersebut, yaitu dengan melakukan shalat istikharah. Harapannya, segala
pilihan itu kemudian akan menunjukkan mana pilihan yang benar dan tepat bagi
hidup kita.
Tak sedikit
orang-orang yang menganggap bahwa jawaban shalat istikharah adalah jawaban yang
pasti benar dan tidak akan salah. Udah saklek lah pokoknya. Saya malah pernah
mendengar bahwa kalo kita sudah melakukan istikharah dan mendapatkan
jawabannya, maka jawaban itu harus dilakukan. Gak boleh enggak! Jujur, dulu
kedengerannya agak menakutkan hehe..
Namun, di
sisi lain ada beberapa kasus yang justru membuat seseorang menyesal dan
menyalahkan istikharahnya, bahkan terkadang juga nyalahin Tuhan karena
tidak mengabulkan harapan seseorang tersebut. Jawaban shalat istikharah yang
dilakukannya, tidak sejalan akan harapan yang ia bayangkan. So, sebenernya
salah siapa kalau begini?
Mungkin
beberapa orang akan berkata, “shalatnya kurang khusyuk kali”,
atau “bisa jadi ada cara yang salah tuh, makanya ga bener”. Yap,
bisa jadi sih. Kemungkinan-kemungkinan memang bisa saja benar. Tapi, alih-alih
fokus membenarkan jawaba shalat istikharah yang dilakukan oleh seseorang.
Dengan
adanya fenomena
tersebut, saya justru melihat bahwa sepertinya seseorang harus memahami dulu
makna dan fungsi dari istikharah itu sendiri, sebelum akan melakukannya. Mereka
harus tahu apa hakikat istikharah, dan apa saja yang akan mereka dapatkan dari
melakukan istikharah itu.
Apa benar
bahwa jawaban shalat istikharah akan memberikan sebuah petunjuk yang
pasti, dengan kata lain apakah ia akan menentukan nasib baik bagi manusia?
Sehingga manusia akan pasrah begitu saja. Jika baik, mereka akan bahagia, dan
jika tidak, mereka akan menyesal.
Mengapa
saya bilang pasrah? Memang sih mereka yang melakukan istikharah itu sudah
berusaha, ya buktinya saja mereka meminta petunjuk. Ada sesuatu yang mereka
lakukan. Tapi sesudahnya itu loh, seringkali mereka hanya akan menunggu kabar
baik atau sebaliknya. Padahal, suatu keadaan itu akan baik atau buruk ya
tergantung apapun yang kita lakukan, bukan? Iya gak sih? Believe me, aku pun
masih belajar.
Balik ke
persoalan tentang makna dan fungsi dari istikharah. Sebenarnya,
jawaban shalat istikharah itu bukanlah penentu nasib baik satu-satunya bagi
manusia. Dengan kata lain, bukan berarti ketika kita melakukan istikharah, lalu
kita akan langsung mendapatkan solusi terbaik bagi persoalan dan permasalahan
hidup kita. No, bukan itu maksudnya.
Jawaban
shalat Istikharah hanya akan membantu kita untuk berada pada kondisi yang
mantap dalam menentukan pilihan. Dengan melakukan shalat istikharah, tentunya
hati dan jiwa kita akan lebih tenang, sehingga pikiran kita pun menjadi jernih.
Dengan begitu, kita bisa mengambil keputusan dengan keadaan yang tidak panik
atau tergesa-gesa, yang nantinya hal tersebut akan membuat kita menyesali
keputusan kita sendiri.
Tawakkal
yang dimaksud dalam istikharah juga bukanlah pasrah begitu saja. Ketika kita
sudah menyerahkan segala urusan kita pada Allah SWT, lalu kita hanya duduk diam
menanti nasib kita selanjutnya, menurut saya ini keliru. Karena jika ingin
sesuatu yang sudah ditakdirkan untuk kita itu adalah hal yang baik, tetap saja
kita harus berusaha untuk itu.
Misalnya
terkait persoalan jodoh, yang merupakan hal yang cukup rumit. Ada sebagian
orang yang mengaku sudah melakukan dan mencari jawaban shalat istikharah lalu
hasilnya baik, tapi kenyataannya jodoh tersebut tidak membuatnya bahagia. Nah
lhoo, gimana dong?
Jika kita
termasuk orang yang percaya takdir, kita akan yakin bahwa segala hal dalam
hidup, sudah ditentukan oleh Allah SWT. Tapi, yang seringkali dilewatkan yaitu
bahwa kita tetap harus berusaha juga untuk menjadikan takdir tersebut menjadi
hal yang kita inginkan.
Terkadang,
hal yang baik untuk kita itu memang belum tentu hal yang bagus. Kita
ditakdirkan untuk mendapatkan hal yang menurut kita gak bagus, karena hal itu
adalah sesuatu yang baik bagi kita. Bedain yaa, yang baik belum tentu bagus,
yang bagus belum tentu baik.
Tapi, bukan
berarti Allah tidak adil dengan memberikan kita keadaan yang (menurut kita) gak
bagus. Justru karena setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda, maka
takdir mereka pun juga gak bisa disamain dong ya. Tidak ada hal buruk yang
Allah beri kok.
Hanya saja,
kita yang kurang berusaha membuat semuanya menjadi baik, dalam artian yang kita
inginkan. Karena kalau bicara tentang pemberian Tuhan, tidak akan ada yang
namanya keburukan. Jadi, saya yakin, selain menyerahkan urusannya dengan
menemukan jawaban shalat istikharah, seseorang pun tentu harus memiliki peran
juga dalam menentukan nasib baiknya sendiri. “Istikharah pada hakikatnya
bukan untuk memilih satu diantara dua pilihan. Tapi untuk menetapkan hati di
satu pilihan.”

Komentar
Posting Komentar