Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2023

Love Your Self: Kebahagiaan Kita, Tanggung Jawab Kita!

  "Tanpa memikul tanggung jawab atas pilihan-pilihan yang  kita ambil, maka kita pun tidak akan pernah merasakan  kehidupan dan kebahagiaan."  dearisahgase.wordpress.com Seringkali yang membuat kita kecewa bukanlah orang lain, bukan sesuatu yang di luar diri kita, melainkan dari dalam diri kita sendiri, yaitu ekspektasi kita. Ekspektasi kita terhadap orang lain, membuat kita berharap bahwa jika ingin bahagia, kita harus bersama mereka. Misalnya, seseorang yang memiliki pasangan, menganggap bahwa ia hanya akan bahagia jika ia bersama pasangannya. Secara tidak langsung, ia pun akhirnya memiliki ketergantungan terhadap pasangannya itu untuk setiap kebahagiaannya. Tidak ada pasangan, tidak bahagia. Atau, ketika pasangannya melakukan sesuatu yang di luar ekspektasi atau harapannya, maka ia pun akan kecewa. Contohnya, beberapa pasangan, entah itu pasangan suami istri atau hanya pacaran, tidak jarang dari mereka yang menganggap bahwa ketika sudah memiliki pasangan, maka...

Maulid Nabi Bukan Hanya Milik Umat Islam, Melainkan Seluruh Alam.

  www.mubadalah.id “Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW. Selamat atas kelahiran manusia mulia.” Ciri khas bulan ini sangat lekat di memori kami. Tidak diragukan lagi, setiap bulan maulid tiba, akan ada banyak peringatan dan undangan untuk hadir dari banyak orang. Sehari bisa sampai tiga bahkan lebih acara yang kami datangi. Munajat, shalawat, serta doa dari berbagai tempat pun seringkali terdengar dimana-mana. Seakan orang-orang kian berebut menggelar acara dan mengambil berkah dari bulan lahirnya manusia mulia ini. Bahkan, tidak hanya pas di bulan maulid, tapi juga bulan sebelum dan sesudahnya pun seringkali ramai semarak acara tersebut. Karena pada dasarnya, hari bahagia atas lahirnya Nabi Muhammad bukan saja ditujukan bagi kaum umat Islam, melainkan bagi seluruh umat manusia. Dalam Qur’an surat Al-Anbiya’ ayat 107, Allah SWT berfirman: وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ   “Dan tiadalah Kami mengutus Kamu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi semest...

Memahami Makna Hidup Bahagia

  www.sonora.id Kita semua bisa mengatakan bahwa kebahagiaan adalah hal yang diinginkan semua orang. Dalai Lama menyebutnya sebagai tujuan hidup manusia. Manusia hidup, ya untuk bahagia. Tentu saja tidak ada orang yang tidak ingin hidup bahagia. Lalu, berbagai cara pun akhirnya kita lakukan untuk meraih kebahagiaan. Namun, pernahkan kita bertanya-tanya, terkait makna kebahagiaan itu sendiri? Apakah sebenarnya   yang dimaksud dengan kebahagiaan? Menurut sebagian orang, kebahagiaan bersifat subjektif. Oleh karena itu, pemaknaannya bagi setiap orang mungkin saja berbeda-beda. Katakanlah kebahagiaan yang dimaksud oleh anak-anak berusia tujuh tahun tentu berbeda dengan kebahagiaan menurut mereka yang sudah beranjak dewasa. Kebahagiaan seseorang yang memiliki kepribadian introvert dengan ekstrovert pun biasanya berbeda. Dan   lain sebagainya. Sedangkan kebahagiaan yang sifatnya objektif, seringkali diukur dengan beberapa acuan yang berupa aturan tertentu. Misalnya tidak sak...

Kalau Dipikir-pikir, Mengapa Kita Terlalu Memikirkan Tentang Pujian dan Hinaan, Ya?

  www.islam.nu.or.id Pernahkan kita menyadari bahwa anggapan orang lain itu sebenarnya seperti angin sepoi-sepoi? Artinya, ia  tidak akan bertahan lama. Baik itu pujian, atau hinaan. Hari ini mungkin kita dipuji oleh orang lain, tapi besoknya, bisa jadi mereka menghina kita. Begitu juga sebaliknya, ada orang yang tadinya membenci dan menghina kita, lalu suatu hari tiba-tiba saja ia memberi pujian. Aneh, tapi nyata. Begitulah manusia. Hal tersebut bisa dilihat dari kehidupan para artis atau selebriti yang memang seringkali menjadi konsumsi publik. Bukan hal yang aneh lagi jika kita mendengar bahwa si fulan mendapatkan hinaan, padahal sebelumnya ia dipuja bagai dewa oleh masyarakat atau netizen. Baik di dunia nyata, maupun di social media. Ada juga mereka yang tiba-tiba disanjung dan diangkat derajatnya, usai mengatakan atau melakukan suatu hal, padahal sebelumnya ia dikecam dan dimaki-maki. Ya sudahlah ya, intinya mereka juga manusia. Dari kecil, saya sering sekali mendeng...

Bagaimana Cara Agar Kita Bisa Menerima Kesedihan dalam Hidup, dan Bukan Hanya Kesenangan?

  www.istockphoto.com Seperti koin yang punya dua sisi, hidup pun demikian. Adakalanya kita akan menemukan kesenangan, dan adakalanya kita bertemu dengan kesedihan atau kesulitan. Semua manusia mengalaminya, tanpa terkecuali. Hanya saja, mungkin bentuk dari kesenangan dan kesulitan masing-masing individu tentu berbeda, dilihat dari berbagai aspek kehidupan dan pribadi setiap orang. Manusia sering lupa, bahwa sama halnya tidak ada kesenangan yang abadi, maka tidak ada juga penderitaan yang abadi. Sama seperti kita menerima kesenangan dengan tangan terbuka, maka seharusnya begitu juga ketika kita menerima kesedihan. Jika kita bisa menyambut kesenangan, mengapa kita tidak bisa menghargai kesulitan yang ada di hadapan kita? Saya jadi teringat kata-kata bijak   yang dikatakan oleh Pramoedya Ananta Toer: “Kehidupan ini seimbang, Tuan. Barangsiapa hanya memandang pada keceriannya saja, dia orang gila. Barangsiapa memandang pada penderitaannya saja, dia sakit.” -Pramoedya Ananta...

Menjadi Content Writer di Era Digital dan AI? Eitss Tenang dulu, 3 Profesi Penulis ini Tetap Akan Eksis dan Tidak Bisa Digantikan!

Saat ini kita telah memasuki era globalisasi. Yang artinya, teknologi semakin berkembang dengan sangat pesat. Mulai dari sistem informasi hingga kecerdasan buatan. Kehadiran kecerdasan buatan atau yang kini disebut AI (Artificial Intelligence ) nyatanya merupakan hasil dari perkembangan teknologi yang semakin meningkat.  www.brilio.net Sangat canggih ya? Tunggu sebentar. Saking canggihnya, teknologi saat ini sepertinya telah mengancam banyak pekerjaan. Beberapa profesi termasuk Content Writer pun diramal akan segera tergantikan. Hmm, agak menakutkan.  Keberadaan AI menimbulkan banyak kontroversi. Masyarakat kini terpecah menjadi dua kubu atau golongan ketika kita membahas mengenai teknologi AI. Yang pertama, mereka yang resah dan melihat hal ini sebagai ancaman bagi kehidupan karirnya, terutama mereka yang bekerja dalam industri produksi konten. Hal tersebut tidak lain disebabkan oleh canggihnya teknologi AI yang dinilai mampu memproduksi hampir semua jenis informasi. Bai...