Menjadi Content Writer di Era Digital dan AI? Eitss Tenang dulu, 3 Profesi Penulis ini Tetap Akan Eksis dan Tidak Bisa Digantikan!
Saat
ini kita telah memasuki era globalisasi. Yang artinya, teknologi semakin berkembang
dengan sangat pesat. Mulai dari
sistem informasi hingga kecerdasan buatan. Kehadiran kecerdasan buatan atau
yang kini disebut AI (Artificial Intelligence) nyatanya merupakan hasil dari
perkembangan teknologi yang semakin meningkat.
![]() |
| www.brilio.net |
Sangat canggih ya? Tunggu sebentar. Saking
canggihnya, teknologi saat ini sepertinya telah mengancam banyak pekerjaan.
Beberapa profesi termasuk Content Writer pun diramal akan segera tergantikan. Hmm,
agak menakutkan.
Keberadaan AI menimbulkan banyak kontroversi.
Masyarakat kini terpecah menjadi dua
kubu atau golongan ketika kita membahas mengenai teknologi AI. Yang pertama,
mereka yang resah dan melihat hal ini sebagai ancaman bagi kehidupan karirnya, terutama mereka yang bekerja dalam industri produksi konten.
Hal tersebut tidak lain disebabkan oleh
canggihnya teknologi AI yang dinilai mampu memproduksi hampir semua jenis
informasi. Baik itu berupa tulisan, gambar, bahkan suara. Hal ini jelas membuat
masyarakat gelisah bahwa suatu saat pekerjaan mereka tidak lagi dibutuhkan.
Benar?
Sementara itu, ada juga mereka yang justru
beranggapan sebaliknya dan memberikan respon positif terkait hadirnya teknologi
ini. Mereka percaya bahwa teknologi AI hadir, sebagai penunjang bagi aktivitas
kerja manusia. AI dilihat hanya sebagai alat yang dapat membantu mereka dalam
mengefesienkan waktu untuk bekerja.
![]() |
| www.kompasiana.com |
Nah, kira-kira kamu termasuk golongan yang mana?
Sebagai seorang Content Writer, bohong rasanya
jika kita mengatakan bahwa kita tidak ke-trigger. Tapi sepertinya, kita juga
tidak perlu terlalu khawatir. So, lebih baik kita ambil sudut pandang yang kedua.
Karena nyatanya, teknologi AI belum seakurat dan se-detail pemahaman manusia
kok. Apa iya?
Mari kita bahas lebih lanjut..
Melansir dari Republika, baru-baru ini, sebuah penelitian ekonomi Bank investasi
Goldman Sachs memperkirakan sebanyak 300 juta pekerjaan bisa hilang akibat AI. Salah
satunya adalah Content Writer. Karena faktanya, teknologi kecerdasan buatan
seperti Chat GPT sudah dapat menulis artikel, novel, puisi, dan konten teks. Ngerii.
Eitss, tapi tenang dulu. Karena di samping itu, kabar
baiknya studi tersebut juga menyebutkan bahwa Robot dan kecerdasan buatan
seperti AI tetap tidak bisa bekerja sebaik manusia pada umumnya. Masih banyak
pekerjaan yang membutuhkan soft skill seperti komunikasi, empati, kreativitas,
dan lain-lain.
Sebagai sebuah contoh, bagi seorang koki,
meskipun saat ini banyak sekali ide dan resep makanan yang beredar di Internet
yang bisa diakses serta dipelajari oleh semua orang, namun cita rasa yang
ditawarkan tentu akan berbeda-beda dan memiliki kepribadian masing-masing.
Sama halnya dengan penulis, yang mengekspresikan
diri melalui rangkaian kata-kata yang menciptakan cita rasa berbeda, layaknya
seorang koki tersebut. Setiap penulis mempunyai bahan-bahan serta ciri khas
yang berbeda dan akan selalu unik.
Agar kamu tidak kelimpungan, ulasan berikut
adalah contoh 3 jenis pekerjaan Content
Writer yang tidak bisa digantikan oleh AI:
1.
Penulis Kreatif
Profesi ini membutuhkan kreativitas dan
juga imajinasi. Sehingga tidak dapat ditekuni oleh kecerdasan robot. Ada
beberapa jenis penulisan yang kreatif, baik itu dalam bidang akademis, jurnalistik,
atau seni.
![]() |
| www.kesah.id |
Umumnya dalam
menulis kreatif, tujuannya adalah untuk menarik audiens. Menciptakan tulisan
kreatif juga memerlukan kemampuan mengembangkan imajinasi pembaca. Keterampilan
meneliti dan menulis juga penting untuk menghasilkan tulisan kreatif yang baik.
Contohnya seperti penulis yang berkecimpung di dalam dunia seni, puisi, penulis skrip atau naskah film, editor, serta penulis yang membutuhkan nalar tajam atau pemikiran kritis seperti penulis jurnal ilmiah dan juga ilmuwan.
2. Penulis Digital Marketing (Copywriter)
Teks konten adalah aspek terpenting dari pemasaran digital. Seperti yang kita semua tahu, kini hampir semua hal dilakukan serba online, bukan?
![]() |
| www.fiverr.com |
Melihat hal tersebut,
maka penulisan iklan dalam bisnis digital juga menjadi hal yang sangat vital.
Sehingga penulis atau seorang copywriter
harus membuat tulisan yang berkualitas, namun tetap enak dibaca dan
menyampaikan pesannya dengan jelas.
Oleh karena
itu, dalam hal ini copywriting dan content writing sangat berkaitan. Menggabungkan keduanya, akan menghasilkan tulisan yang berdampak
atau bisa juga disebut dengan impactful writing.
Bukankah akan
sulit jika mau mengandalkan robot? Karena tanggung jawab seorang copywriter sangat
penting dalam membuat tulisan dan iklan yang berdampak pada fokus pasar perusahaan.
Tak hanya itu, perannya juga sangat menentukan dalam membangun reputasi dan juga citra bagi perusahaan
tersebut.
3.
Penulis
Visioner
Yang terakhir
adalah karya berdasarkan visi. Kamu bisa menjadi penulis yang juga memiliki
passion, tujuan masa depan dan juga semangat untuk membantu orang lain. Dalam
hal ini, penulis mengandalkan peran manusia yang memiliki gagasan dan juga empati.
![]() |
| www.gurusiana.id |
Lagi lagi,
robot tidak memilikinya. Biasanya penulis di dalam ranah ini bekerja dengan
membuka kelas menulis, menjadi aktivis, pembicara, atau beberapa hal lain yang
berkaitan dengan kegiatan visioner yang menyangkut kepada kebutuhan banyak
orang.
Nah, dengan melihat
beberapa poin di atas, tidakkah kamu berpikir bahwa seorang Content Writer
justru harus melek akan persoalan ini dan terus mengikuti perkembangan zaman?
Alasannya
tentu saja karena melejitnya teknologi AI pada akhirnya akan mendatangkan
inovasi-inovasi baru. Banyak juga kemudian pekerjaan yang bermunculan dengan
hadirnya teknologi AI. Walaupun di samping itu, ia menghapus beberapa yang
lainnya. Tidak perlu khawatir, mari tetap fokus kepada titik terangnya.
“Pada
dasarnya Penulis adalah Pembelajar Seumur Hidup”
- Ernest
Hemingway -
Siapa yang
setuju dengan ungkapan tersebut? Nyatanya menjadi penulis memang memiliki
tantangan tersendiri. Kita dituntut untuk selalu update dan mengembangkan diri.
Jika seorang
Content Writer tidak mau belajar, berpikir terbuka, dan meningkatkan dirinya,
mungkin disitulah kemungkinan dirinya akan tergeser dan pada akhirnya dimakan
oleh zaman. Dengan kata lain, ia sudah tidak bisa menyumbangkan perspektifnya
yang akan diminati dan dinikmati oleh banyak orang.
Teknologi
untuk Manusia
“Being
human in the digital world is about building a digital world for human.” – Andrew Keen
![]() |
| www.merdeka.com |
Terapkan prinsip
ini. Teknologi untuk manusia, dan bukan sebaliknya. Jika kamu merasa terancam
bahwa AI bisa menggantikanmu, itu mungkin karena kamu terlalu percaya bahwa AI
bisa melakukan pekerjaan manusia secara menyeluruh.
Namun
faktanya, AI diciptakan oleh manusia. Jika pada dasarnya saja sudah begitu, bukankah
jelas bahwa dalam mengoperasikannya, ia tetap butuh campur tangan manusia? Ia
tidak bisa bekerja sendiri.
Jadi, tetep keep
in mind ya guys, tidak perlu takut dengan kehadiran AI. Justru sikap yang
benar adalah kita yang mendominasi dan melihatnya hanya sebagai alat untuk
membantu pekerjaan kita. Toh konsep dan ide yang orisinil tetap milik penulis.
Sedangkan tulisan hanya media untuk menyampaikan konsep tersebut.
Content
Writer di Era Digital Justru Jadi Makin Luas Karirnya
In fact, di
era yang serba digital dan online ini,
peluang dan potensi Content Writer bisa sukses justru semakin besar loh. Asalkan
ya itu tadi, dia mau belajar.
Karena saat ini dunia sedang berada di era digital. Siapa saja tidak bisa menyangkal bahwa kegiatan mencari informasi sudah menjadi makanan sehari-hari bagi manusia masa kini. Oleh karena itu, sangat penting untuk seorang Content Writer dalam membuat tulisan yang berkualitas.
Pentingnya
Keterampilan Menulis di Era Digital
Satu-satunya faktor
yang menjadikan manusia tidak bisa tergantikan oleh teknologi apapun adalah
pemikirannya sendiri.
![]() |
| www.contentwriters.com |
Maka dari itu, tidak
ada cara lain agar manusia bisa terus eksis dalam dunia kepenulisan selain dengan
terus meningkatkan skill dan kemampuannya dalam menulis konten yang berkualitas
dan berdampak.
Lalu, bagaimana caranya mengasah kemampuan menulis? Simak beberapa tips ini untuk membangun kebiasaan yang bisa meningkatkan kualitas tulisanmu:
1. Inisiatif
Inisiatif
sangat penting bagi penulis. Selalu latih kemampuanmu untuk menghasilkan ide
serta gagasan yang baru. Dengan begitu, kamu mampu berpikir dan bertindak tanpa
perlu diberi tahu. Hal ini akan membuatmu menjadi penulis yang inovatif dan
kompeten.
2. Berpikir Kreatif
Kemampuan
berpikir kreatif berkaitan dengan kemampuan menulis. Menulis adalah kegiatan
mengungkapkan pikiran dan gagasan dalam bentuk tulisan.
Maka,
jelas bahwa kemampuan berpikir kreatif penting untuk pengembangan diri. Dengan
itu, kita akan mampu meningkatkan pemahaman dan ketajaman pada tulisan kita.
Ketika kemampuan berpikir berkembang, pikiran kita pun memiliki banyak
perspektif terhadap segala hal.
3. Rasa Penasaran
Rasa
penasaran atau keingintahuan adalah dasar untuk mengetahui sejauh mana
keterampilan kita. Rasa ingin tahu juga dapat memotivasi dan mendorong seorang
penulis untuk menciptakan ide-ide baru.
Hal
ini sejalan dengan pendapat Stones yang mengatakan bahwa rasa ingin tahu yang terdapat
pada seseorang dapat menjadi penguat sehingga memacu seseorang untuk
mengeksplorasi pengetahuan dari lingkungannya.
4. High Value
Jadilah
penulis yang high value, dalam arti mengenal diri sendiri. Seorang penulis
harus mengetahui apa kelebihan dan kekurangannya, apa tujuan menulisnya, dan
apa yang membuat tulisannya berharga dan berbeda dari yang lain.
Terus
tingkatkan kualitas dirimu untuk menemukan jati diri dan menjadi otentik.
5. Friendly
Tulisan
yang baik bukan hanya mengandung pesan di dalamnya. Ia juga harus bisa diakses
serta dimengerti oleh semua kalangan.
Oleh
karena itu, penting bagi seorang penulis dalam memilih bahasa dan diksi yang
ramah atau user friendly.
Kalau
tidak, tulisanmu hanya akan sekedar nyaring bersuara, tapi tidak berisi atau memberi
dampak apapun bagi para pembacanya.
6. Fleksibel
Fleksibilitas
berarti kamu siap untuk berubah dalam situasi apapun. Perbedaan tidak menjadi
masalah karena kamu sudah siap menerima perubahan yang terjadi dan beradaptasi
untuk menyikapinya.
Termasuk
dalam menulis suatu topik. Kamu dapat menulis tidak hanya topik yang kamu sukai
atau kuasai, tapi juga belajar lebih banyak lagi.
7. Never Stop Learning
Sebagaimana
yang sudah kita bahas sebelumnya, seorang penulis adalah pembelajar seumur
hidup. Belajar dan latihan adalah kunci untuk mengembangkan kemampuanmu.
Sebaiknya,
jangan pernah merasa puas dengan semua hasil dan karya-karyamu. Tetap sisakan sekian persen
keraguan agar kamu tetap ingin terus belajar untuk menjadi lebih baik.
“Menulis
itu seni, bukan ilmu pasti. Kualitas tergantung konsistensi dan disiplin diri.”
Begitulah pesan yang diajarkan oleh Kak Dika, seorang penulis buku serta
founder program Impactfulwriting.com.
Oh
iya, kamu bisa mengikuti kelasnya loh untuk belajar membuat tulisan yang lebih
berkualitas dan berdampak. Disana juga terdapat beragam macam program yang
sesuai dengan kebutuhanmu!







Komentar
Posting Komentar